Profil dan sejarah Desa Rajapolah

    

A. Sejarah pembentukan Desa Rajapolah

 Pada ± abad ke 16 Sultan Cirebon mengutus beberapa orang Pemuka Agama Islam, untuk menyebarluaskan islam ke berbagai daerah kekuasaannya. Diantaranya Embah Dalem Pangadegan, Embah Dalem Wiratmaja, Embah Dalem Tanubaya dan Embah Dalem Kalepan.

Dalam menyebarkan Agama Islam mereka mereka mukin di kampung, Maribaya Desa Dawagung sekarang, kecuali Embah Dalem Kalepan yang bermukim di kampung Sukaruas Desa Sukaraja sekarang.

Selama dalam penyebaran agama dibawah pimpinan Embah Dalem Pangadegan, mendapat hambatan dari Raja Sumedang mengenai kepercayaan sehingga terjadipeperangan dimana Embah Dalem Pangadegan merasa terdesak, kemudian Embah Dalem Pangadegan menyelamatkan diri dengan jalan bersembunyi di kampung karanggantungan ( sekarang di Wilayah Kecamatan Cisayong ). Berkat bantuan dari Sultan Cirebon dengan mengirimkan bala bantuan dari Guru Embah Dalem Pangadegan, maka wadya balad/prajurit Sumedang dapat diusir dari Maribaya.

Untuk merayakan kemenangan, Embah Dalem Pangadegan mengadakan selamatan dengan cara makan bersama di kampung Pukes yang termasuk Desa Rajapolah sekarang. Pada selamatan itu disediakan makanan-makanan yang lezat hasil dari Popolah/masakan prajurit Embah Dalem Pangadegan, Guru Embah Dalem Pangadegan merasa berkesan dengan masakan tersebut sehingga keluar kata – kata :

“ Embah Dalem Pangadegan ini Raja nya popolah”

Yang kemudian timbul sebutan bahwa darah yang dapat direbut kembali dari kekuasaan Raja Sumedang disebut Rajapopolah dan akhirnya menjadi Rajapolah.

Rajapolah berasal dari kata Raja dan Popolah.

Raja berarti pemimpin dan polah berarti keterampilan.

Desa Rajapolah, kecamatan Rajapolah termasuk wilayah tadah hujan termasuk irigasi teknis di kecamatan Rajapolah baru ada beberapa buah saja, dengan kondisi pemeliharaannya di serahkan kepada masyarakat petani yang memerlukannya, namun walau demikian  setiap desa mempunyai irigasi pedesaan dan kondisinya tidak memenuhi syarat-syarat teknis irigasi.

Desa Rajapolah termasuk pada Wilayah Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, +100 km arah Timur Ibukota Provinsi Jawa Barat Bandung.

Kecamatan Rajapolah termasuk desa Rajapolah di lalui oleh jalan negara dan rel kereta api yang menghubungkan Bandung-Jogyakarta/Jawa Tengah-Jawa Timur.

Desa Rajapolah terdiri dari 3 kedusunan 9 RW dan 26 RT. dengan luas lahan 110.689 Ha dengan kondisi topografi hampir merata, penggunaan lahan sangat hampir seimbang antara lahan untuk pemukiman dengan lahan pertanian dan yang lainnya. Hal ini disebabkan desa Rajapolah hampir merupakan sentral kegiatan perekonomian di kecamatan Rajapolah, sehingga  masyarakat luar tinggal dan menyewa rumah/tanah di desa Rajapolah, untuk melaksanakan kegiatan perusahaannya. 

Dengan batas-batas  :

Sebelah Utara                    : Desa Manggungjaya

Sebelah Selatan                : Desa Dawagung

Sebelah Barat                    : Desa Rajamandala

Sebelah Timur                   : Desa Manggungjaya

Dengan + 459 m dpl.

Jarak dari ibu kota desa ke wilayah RT dan RW Desa Rajapolah hanya 0 – 1,00 Km.

Kondisi jalan Desa  termasuk sangat memprihatinkan, sebaliknya jalan lingkungan dan jalan setapak sudah sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas sehubungan dengan dana PNPM yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Pusat dan sharing dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

B. Komposisi Penduduk

Jumlah penduduk desa Rajapolah saat ini adalah 6.634 jiwa, terdiri dari pria 3.346 jiwa, perempuan 3.288 jiwa,  dengan bermata pencaharian variatif terdiri dari UKM dengan prosentase 4.70%, pekerja/pengrajin sebanyak 7%, buruh tani/pengrajin sebanyak 23%, TNI/Polri 0.030%  PNS 2%, pensiunan PNS/TNI/Polri 0.54%  dan lain-lain sebanyak 62.73%.

C. Kondisi Sosial Ekonomi

Jumlah penduduk desa Rajapolah saat ini adalah 6.634 jiwa, terdiri dari pria 3.346 jiwa, perempuan 3.288 jiwa,  dengan bermata pencaharian variatif terdiri dari UKM dengan prosentase 4.70%, pekerja/pengrajin sebanyak 7%, buruh tani/pengrajin sebanyak 23%, TNI/Polri 0.030%  PNS 2%, pensiunan PNS/TNI/Polri 0.54%  dan lain-lain sebanyak 62.73%.

penggunaan wilayah

Penggunaan wilayah :

NO

URAIAN

LUAS

1.

Luas Wilayah Desa

110.685 ha

2.

Luas Wilayah Pemukiman                           

63.874 ha

3.

Luas Wilayah Pertanian                              

33.092 ha

4.

Lahan perkebunan                      

7.620 ha

5.

Tanah wakaf/Makam                                   

4.299 ha

6.

Lain – lain

1.800 ha


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

kuliah Kerja nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam KH.Ruhiat Cipasung di Desa Rajapolah

Cara membuat surat pengantar pindah di Desa